“Dari Salah Rekrut ke Investasi SDM: Daya Talenta Indonesia Dorong Transformasi Rekrutmen Berbasis Data dan Asesmen Psikologis”

Daya Talenta Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung praktik pengelolaan sumber daya manusia yang lebih strategis melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Salah Rekrut vs Investasi SDM Mahal: Cara Menemukan Kandidat yang Tepat” yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan praktisi HR dari berbagai perusahaan dan industri, mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap pentingnya proses rekrutmen yang lebih presisi, objektif, dan berbasis data.

Webinar ini menghadirkan Ibu Leony Desliawati, seorang HR Consultant berpengalaman, sebagai narasumber utama, dengan Rizki Ramadhani sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif. Sejak awal sesi, pembahasan menekankan bahwa proses rekrutmen bukan lagi sekadar fungsi administratif untuk mengisi kekosongan posisi, melainkan telah berkembang menjadi keputusan strategis yang berdampak langsung terhadap kinerja organisasi, efisiensi biaya, serta keberlanjutan bisnis.

Dalam pemaparannya, Ibu Leony menegaskan bahwa salah rekrut bukan hanya terjadi karena kesalahan dalam membaca CV atau kurang tepatnya proses seleksi awal, tetapi merupakan risiko organisasi yang dapat membawa dampak jangka panjang. Kesalahan dalam memilih kandidat dapat memicu biaya tambahan yang signifikan, mulai dari proses rekrutmen ulang, waktu adaptasi yang hilang, penurunan produktivitas tim, hingga potensi meningkatnya turnover karyawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa rekrutmen yang tidak tepat dapat menjadi beban tersembunyi yang menggerus efektivitas organisasi secara keseluruhan.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa pendekatan rekrutmen yang efektif harus dilakukan secara terstruktur, objektif, dan berbasis data. Penilaian kandidat tidak cukup hanya berfokus pada aspek pengalaman kerja dan kompetensi teknis, tetapi juga perlu memperhatikan aspek psikologis seperti kepribadian, pola kerja, serta kesesuaian dengan budaya organisasi. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif ini, organisasi dapat memastikan bahwa kandidat tidak hanya memenuhi syarat secara kemampuan, tetapi juga memiliki potensi untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Ibu Leony juga menekankan bahwa ketika organisasi mulai mengintegrasikan asesmen kompetensi dan kompatibilitas secara menyeluruh, maka proses rekrutmen tidak lagi dipandang sebagai biaya operasional semata. Sebaliknya, rekrutmen akan menjadi bentuk investasi SDM yang memberikan nilai tambah jangka panjang bagi perusahaan, baik dari sisi produktivitas maupun stabilitas tim.

Sesi webinar berlangsung dengan sangat interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama pada sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan nyata di lapangan. Beberapa peserta mengangkat isu terkait tingginya risiko karyawan resign dalam waktu singkat setelah direkrut, serta meminta rekomendasi mengenai metode coaching yang dapat membantu mengurangi turnover dini. Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai alat asesmen yang memiliki tingkat validitas tinggi untuk memastikan kesesuaian kandidat dengan posisi dan budaya perusahaan. Diskusi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendekatan rekrutmen yang lebih akurat dan berbasis asesmen psikologis semakin relevan di berbagai sektor industri.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, Daya Talenta Indonesia menegaskan kembali perannya dalam mendukung transformasi pengelolaan SDM yang lebih strategis dan berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis asesmen psikologis dan data, Daya Talenta Indonesia berkomitmen membantu organisasi dalam mengambil keputusan rekrutmen yang lebih tepat, sehingga setiap proses seleksi tidak hanya menghasilkan pengisian posisi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pertumbuhan organisasi.